Hakim Baru Turunkan Vonis Untuk Habib Bahar Bin Smith

Info Promo Dan Bonus Kami :
1. Bonus Cashback 10%
2. Bonus Rollingan 0,7%
3. Bonus Referensi 5%
4. Deposit Hanya 50 Ribu
Klaim Bonus Anda Dengan Cara Klik Disini

Hakim Baru Turunkan Vonis Untuk Habib Bahar Bin Smith – Majelis hakim menjatuhkan vonis tahun tiga tahun penjara pada habib Bahar bin Smith. Hakim mengatakan terdakwa Bahar bisa dibuktikan lakukan penganiayaan pada dua remaja.

“Mengadili, menjatuhkan hukuman pidana terdakwa saat tiga tahun penjara, denda Rp 50 juta subsider 1bulan,” ujar majelis hakim yang diketuai Edison Muhammad di sidang vonis yang diadakan Pengadilan Negeri (PN) Bandung di gedung Arsip serta Perpustakaan, Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (9/7/2019).

Majelis hakim mengatakan jika Bahar bisa dibuktikan menganiaya dua korban. Menurut hakim, Bahar bersalah sama dengan klausal Klausal 333 ayat (2) KUHPidana serta atau Klausal 170 ayat (2) serta Klausal 80 ayat (2) Jo Klausal 76 C Undang-Undang Nomer 35 Tahun 2014 mengenai Pergantian atas Undang-Undang Nomer 23 Tahun 2002 mengenai Perlindungan Anak.

Sebelum Membaca Lebih Lanjut, Silahkan Hubungi Kontak Yang Kami Sediakan Untuk Dapatkan Bonus Terbaik Dari Kami

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

Vonis hakim lebih rendah daripada tuntutan jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Bogor. Dalam sidang tuntutan awal mulanya, Bahar dituntut hukuman 6 tahun penjara serta denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan.

Habib Bahar diadili di pengadilan selesai menganiaya dua remaja adalah Cahya Abdul Ja-bar serta Muhammad Khoerul Aumam Al Mudzaqi alias Zaki. Penganiayaan dilaksanakan di ponpes Tajul Alawiyyin punya Bahar di lokasi Bogor pada Desember 2018.

Satu diantaranya korban memberitahukan perbuatan Bahar ke polisi. Dia lalu diperintah hadir ke Polda Ja-bar buat dikontrol penyidik. Polisi langsung meredam Bahar selesai pengecekan.

Bahar diadili oleh PN Bandung. Jaksa penuntut umum Kejari Bogor menuntut Bahar dalam masalah penganiayaan dua remaja pria.

Sidang lantas berjalan. Dalam persidangan, Bahar sudah sempat mengaku tingkah lakunya biarpun ‘malu-malu’ alias gak dengan cara langsung. Dia siap memikul tanggung jawab atas apa yang diperbuatnya.

Dalam persidangan lantas tersingkap faktor Bahar menganiaya korban. Penganiayaan didorong tindakan korban yang mengaku-ngaku habib Bahar waktu ada di Bali.

You might also like