Bandar Sabu Kelas Wahid Ditangkap Polisi

Info Promo Dan Bonus Kami :
1. Bonus Cashback 10%
2. Bonus Rollingan 0,7%
3. Bonus Referensi 5%
4. Deposit Hanya 50 Ribu
Klaim Bonus Anda Dengan Cara Klik Disini

Bandar Sabu Kelas Wahid Ditangkap Polisi – Ada narasi menggelitik dibalik penangkapan Anton Eko Kuncoro (27), bandar sabu asal Desa Tinggarbuntut, Kecamatan Bangsal, Mojokerto. Delapan bungkus serbuk putih yg dikira sabu oleh Anton atau polisi, nyata-nyatanya 1 kg garam.

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Sigit Dany Setiyono mengemukakan Anton termasuk bandar sabu kelas wahid di lokasi hukumnya. Pria yg seharian tinggal dalam rumah kos Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari itu sudah dua tahun bekerja di Kota Onde-onde.

Usut punyai usut, Anton sudah pernah pesan 4 kg sabu dari Pekanbaru, Riau. Tapi belum hingga tangan Anton, pengiriman 4 kg sabu sukses dipatahkan di Pekanbaru.

Sebelum Membaca Lebih Lanjut, Silahkan Hubungi Kontak Yang Kami Sediakan Untuk Dapatkan Bonus Terbaik Dari Kami

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

Tidak lama ini terduga pun sukses mengedarkan 1 kg sabu di Kota Mojokerto serta sekelilingnya. Sepak terjang itu yg membuat Anton jadi incaran penting Satreskoba Polres Mojokerto Kota.

“Anton memakai jaringan nasional. Diantaranya yg udah diekspos di Pekanbaru. Waktu itu dapat ada pengiriman 4 kg sabu ke Kota Mojokerto, namun sukses ditangkap di Pekanbaru. Waktu itu Anton pemesannya,” kata Sigit waktu temu wartawan di Mapolres Mojokerto Kota, Jalan Bhayangkara, Selasa (9/7/2019).

Perbuatan bandar sabu ini baru dapat di stop polisi pada Jumat (28/6) lebih kurang jam 21.30 WIB. Waktu itu Anton barusan ambil sabu seberat 1,5 kg di area Juanda, Sidoarjo. Lebih kurang 300 gr narkotika grup I itu langsung dia kirim ke pengedar dengan mode ranjau di dekat Terminal Kertajaya, Kota Mojokerto.

“Ambilnya di area Juanda dengan mode ranjau. Ia disuruh untuk meranjau. Semua diremot pelaku (terpidana) dalam lapas. Masih kami dalami pelaku itu lantaran ini keterkaitannya dengan lembaga,” jelas Sigit.

Kasat Reskoba Polres Mojokerto Kota AKP Hendro Susanto mengatakan, Anton baru ditangkap waktu kembali pada kamar kosnya. Faksinya juga memeriksa kamar kos di Lingkungan Balongrawe, Kelurahan Kedundung itu.

Hendro menyatakan sudah sempat menyangka mendapat tangkapan besar. Bagaimana tidak, dari kamar kos Anton faksinya menemukannya 1,2194 kg sabu yg dikemas jadi 10 bungkus plastik. Tapi nyata-nyatanya 8 bungkus yang lain cuma serbuk garam.

“Waktu itu barang untuk bukti memiliki bentuk udah beda, lalu kami coba tes dengan dibakar keluar asap. Demikian dikecap nyata-nyatanya garam, rasa-rasanya asin,” jelasnya sambil ketawa.

Bukan cuma polisi, Anton sendiri pun tidak menduga 1 kg serbuk putih itu cuman garam dapur. Diakui dia diperintah bosnya untuk ambil 1,5 kg sabu di area Juanda. Oleh maka itu, ia menyangka segalanya sebagai sabu seperti yg biasa dia mengambil.

“Saya pun tidak tahu, saya menerimanya udah berbentuk itu,” katanya.

Lihat juga: Tidak Kapok Nyabu, Bartender di Boyolali Ini 4 Kali Masuk Bui

Terhadap wartawan, Anton menyatakan sampai kini cuma jalankan perintah dari satu orang yg ia ucap bos. Untuk tiap-tiap pemungutan, ia mendapat gaji Rp 1,5 juta.

“Hasilnya untuk keperluan seharian. Saya cuma diperintah meranjau dalam tempat yg udah dipastikan,” ujarnya.

Karena tindakannya, Anton dijaring dengan Clausal 114 ayat (2) UU RI No 35 tahun 2009 perihal Narkotika. Ultimatum hukuman sekurang-kurangnya 6 tahun penjara udah menantinya.

Tidak cuman Anton, polisi pun menangkap 11 pengedar sabu yang lain selama Juni 2019. Dari beberapa terduga, petugas mengambil 231,88 gr sabu.

You might also like