Polisi Gagalkan Penyelundupan Ganja Jaringan Lampung

Info Promo Dan Bonus Kami :
1. Bonus Cashback 10%
2. Bonus Rollingan 0,7%
3. Bonus Referensi 5%
4. Deposit Hanya 50 Ribu
Klaim Bonus Anda Dengan Cara Klik Disini

Polisi Gagalkan Penyelundupan Ganja Jaringan Lampung – Unit Narkoba Polres Metro Tangerang Kota gagalkan penyelundupan ganja di daerah Serpong, Tangerang Selatan. Keseluruhan 8 kilo-gram ganja diambil polisi dari dua terduga.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Abdul Karim menuturkan jaringan ini tersingkap selesai polisi dapatkan kabar berkaitan terdapatnya usaha penyelundupan ganja dari Lampung ke Tangerang.

“Kita menurut kabar dari penduduk, jika ada satu orang yang disangka pengedar narkotika model ganja yang bakal melaksanakan transaksi di Serpong, Kota Tangsel,” jelas Kombes Abdul Karim terhadap detikcom, Selasa (9/7/2019).

Sebelum Membaca Lebih Lanjut, Silahkan Hubungi Kontak Yang Kami Sediakan Untuk Dapatkan Bonus Terbaik Dari Kami

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

Menindaklanjuti kabar itu, club di pimpin Kasat Narkoba Polres Metro Tangerang Kota AKBP Raden Bagoes Wibisono lalu melaksanakan penyidikan. Sampai pada Minggu (30/6), club tangkap satu orang terduga berinisial RD di Cibogo, Ciseeng, Kabupaten Bogor.

“Dari terduga diraih barang untuk bukti 3 paket besar ganja dengan berat bruto 2,8 kilo-gram,” kata Abdul.

Penangkapan RD setelah itu ditingkatkan dengan tangkap terduga AR di Malang Nengah, Ciseeng, Bogor. Dari terduga AR diambil barang untuk bukti 5 paket besar ganja.

“Beratnya 5,2 kilo-gram. Sampai-sampai keseluruhan dari ke dua terduga ini 8 kilo-gram yang kita sita,” tuturnya.

Menurut info terduga AR, diakuinya dikontrol oleh bandar berinisial AM (DPO). Awalnya, AM kirim 1,6 Kilo-gram ganja dengan gunakan truk Fuso dari Lampung terhadap terduga AR di Cibubur, Jakarta Timur.

“Ganja itu lalu dibawa ke terduga RD serta udah disebarkan ke daerah Tangerang serta Jakarta,” sambungnya.

Polisi masih meningkatkan jaringan itu. Ke dua Terduga dijaring dengan Klausal 114 ayat (2) Subs. Klausal 111 ayat (2) Undang-Undang RI Nomer 35 terkait Narkotika dengan ultimatum pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun penjara serta paling lama 20 tahun penjara atau diancam seumur hidup/pidana mati.

You might also like