Pertemuan Jokowi Serta Prabowo Meberi Kesejukan Untuk Bangsa

Info Promo Dan Bonus Kami :
1. Bonus Cashback 10%
2. Bonus Rollingan 0,7%
3. Bonus Referensi 5%
4. Deposit Hanya 50 Ribu
Klaim Bonus Anda Dengan Cara Klik Disini

Pertemuan Jokowi Serta Prabowo Meberi Kesejukan Untuk Bangsa – Anggota MPR RI dari Fraksi NasDem Syarief Abdullah Alkadrie menghargai pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Prabowo Subianto di Stasiun MRT Lebak Bulus waktu lalu. Menurut dia, pertemuan itu bisa berikan kesejukan pada bangsa.

“Pertemuan itu berikan kesejukan pada bangsa,” kata Syarief dalam info tercatat, Senin (15/7/2019).

Dalam acara diskusi Empat Pilar MPR bertajuk ‘Rekonsiliasi untuk Persatuan Bangsa’ di Media Center, kompleks gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, itu, Syarief menjelaskan pemilu presiden dikerjakan tiap 5 tahun sekali. Dalam pemilu presiden tentunya ada pasangan calon.

Sebelum Membaca Lebih Lanjut, Silahkan Hubungi Kontak Yang Kami Sediakan Untuk Dapatkan Bonus Terbaik Dari Kami

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

“Dapat dua pasangan, tiga, bahkan juga empat,” tuturnya.

Pasangan itu terbuat dengan ketentuan perundangan, seperti mesti penuhi ujung batas parlemen atau parliamentary threshold 20 prosen serta atau 25 prosen suara nasional. Konsolidasi yg dibuat, menurut Syarief, mesti sama dengan basis yg sama. Dia menyebutkan partainya beri dukungan Joko Widodo saat 2x pemilu presiden sebab memiliki padanan misi dan visi.

“Jadi konsolidasi dibuat tak dengan cara pragmatis,” ujarnya. “Jika pragmatis ini yg butuh dikritisi,” imbuhnya.

Menurut Syarief, kalau ada partai yg pilih di luar konsolidasi simpatisan pemerintahan, baginya itu tak berubah menjadi soal.

“Berubah menjadi oposisi itu pula sesuatu bentuk kebersamaan,” tuturnya.

Adanya oposisi, menurut dia, membuat demokrasi yg ada berubah menjadi sehat serta bagus.

“Berubah menjadi bagus kalaupun ada faksi yg memperingatkan,” tegasnya.

Syarief memandang pemilu presiden pada 2019 tidak sama dengan pemilu presiden awal kalinya. Pada pemilu presiden kesempatan ini ada kekuatan yg mengintimidasi persatuan serta kesatuan bangsa. Gosip strategis ditundukkan oleh gosip primordial.

“Ada kemungkinan masalah ini untuk mengangkut emosional simpatisan,” tangkisnya.

“Banyak kabar yg diplintir,” imbuhnya.

Karena itu, Syarief mengharapkan rekonsiliasi yg dibuat miliki sifat makro, untuk kebutuhan bangsa, kebutuhan besar yg butuh dipersamakan. Ia kembali mengaku kalau pada orang masih ada yg tak dewasa dalam berpolitik dimana ada yg belum mengaku kekalahan.

Menanggapi hal tersebut, butuh bersama-sama untuk menyingkirkan riak-riak. Menurut dia, ke depan butuh membuat rasa kebersamaan. Setelah pemilu presiden, dia mengharapkan semua kembali pada kesibukan awalnya sambil memupuk rasa berkebangsaan.

Dalam peluang itu, anggota MPR dari Fraksi Partai Gerindra Sodik Mujahid menjelaskan rekonsiliasi tak berubah menjadi soal saat masihlah dalam frame Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, serta Bhinneka Tunggal Ika.

“Saat dalam frame Empat Pilar MPR, rekonsiliasi tidak jadi masalah,” tangkisnya.

Menurut Sodik, nilai-nilai seperti tersebut yg butuh di ajarkan terhadap orang. Nilai-nilai Empat Pilar mesti jadikan basic dalam demokrasi bangsa ini, dalam cek and balances.

“Kita bakal mengomentari sekeras apa pun tapi tetap dalam frame Empat Pilar, frame konstitusi,” ujarnya.

Walau begitu, lanjut Sodik, Partai Gerindra akan memberikan pujian pada serta menghargai langkah pemerintah kalau benar dalam jalankan pembangunan. Menurut dia, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto lebih mementingkan kebutuhan bangsa.

You might also like