Keterbatasan Ekonomi Tak Halangi Anak Tukang Bersih-Bersih Balai Desa Ukir Prestasi

Info Promo Dan Bonus Kami :
1. Bonus Cashback 10%
2. Bonus Rollingan 0,7%
3. Bonus Referensi 5%
4. Deposit Hanya 50 Ribu
Klaim Bonus Anda Dengan Cara Klik Disini

Keterbatasan Ekonomi Tak Halangi Anak Tukang Bersih-Bersih Balai Desa Ukir Prestasi – Hidup dalam terbatasnya ekonomi tidak menghambat mahasiswa S1 Tehnik Computer Stikom Surabaya Anan Pepe Abseno (21) untuk mengukir prestasi. Dapat dibuktikan, dia dapat mengakhiri studinya 3,5 tahun serta menyapu titel sarjana menjadi cum laude dalam Wisuda ke-43 Stikom Surabaya.

Tidak tanggung-tanggung, mahasiswa asal Mojokerto itu lulus dengan menggondol sertifikasi internasional MikroTik Certified Network Administrator (MTCNA).

Putra dari pasangan Karmadi (45) serta Mamik Winarsih (41) itu telah mengukir prestasi semenjak duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Bahkan juga, dia sempat jadi juara II dalam lomba robotik tingkat Jawa Timur.

Sebelum Membaca Lebih Lanjut, Silahkan Hubungi Kontak Yang Kami Sediakan Untuk Dapatkan Bonus Terbaik Dari Kami

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

Mencapai bangku perkuliahan, Anan selalu meningkatkan wawasannya. Sepanjang 3 tahun beruntun, dia jadi anggota andalan team robot Stikom Surabaya yang meluncur ke Kontes Robot Indonesia (KRI). Bahkan juga pada 2017, dia serta rekan-rekan sukses mengambil langkah sampai set perempatfinal tingkat nasional.

Sang bapak cuma seseorang petani biasa. Sesaat ibunda terkasih bekerja menjadi tukang bersih-bersih di balai desa. Perjuangan ke-2 orangtua membuat Anan makin semangat untuk menyambut hari esok yang lebih baik.

Bukan sekedar pintar dalam bagian akademik, Anan cemerlang dalam bagian musik, khususnya seni tarik suara. Di tahun 2016, Anan sukses menyapu dua piala yaitu juara II Lomba Akustik Unair tingkat Jawa Timur serta juara III Lomba Akustik Graha Fairground.

“Fakta saya ingin memiliki banyak prestasi ialah yang paling penting sebab orangtua. Saya ingin membuat mereka bangga dan ingin mengusung derajat keluarga. Saya mengharap dengan langkah berikut saya dapat meneruskan pendidikan tanpa ada memberatkan ke-2 orangtua saya. Dimana situasi ekonomi kami dapat disebut pas-pasan,” kata Anan waktu diberi pertanyaan apa yang berikan motivasi dianya untuk selalu mengambil langkah maju, Minggu (28/4/2019).

Pemuda kelahiran 1997 itu bukan sekedar menggerakkan dianya untuk berprestasi. Tetapi dia berupaya untuk jadikan dianya menjadi pribadi yang berguna buat orang.

“Ibu sempat memberi pesan jika jika saya jadi orang yang sukses, saya harus menolong beberapa orang yang memerlukan pertolongan. Jika butuh saya yang perlu tawarkan pertolongan. Motivasi ini yang tetap terngiang di pikiran saya untuk jadikan saya pribadi yang lebih baik,” paparnya.

Beberapa kata sang Ibu bukan sekedar diingat oleh Anan. Tetapi dia menerapkan petuah itu dalam kehidupan setiap harinya. Di dalam semua aktivitas serta kegiatan kuliahnya, sulung dari dua bersaudara ini masih tetap dapat memberi les private robot untuk anak SMP.

Anan jadi trainer riset belia untuk anak SMA. Program ini diadakan oleh Dinas Pendidikan Surabaya tahun 2018. Dia ingin pengetahuan yang dia temukan tidak terbuang demikian saja.

You might also like