Home / Berita Umum / Keasyikan Bermain, Dua Anak Tewas Usai Tenggelam Di Genangan Banjir Di Bengkulu

Keasyikan Bermain, Dua Anak Tewas Usai Tenggelam Di Genangan Banjir Di Bengkulu

Info Promo Dan Bonus Kami :
1. Bonus Cashback 10%
2. Bonus Rollingan 0,7%
3. Bonus Referensi 5%
4. Deposit Hanya 50 Ribu
Klaim Bonus Anda Dengan Cara Klik Disini

Keasyikan Bermain, Dua Anak Tewas Usai Tenggelam Di Genangan Banjir Di Bengkulu – Dua anak diadukan wafat sesudah terbenam di genangan banjir dekat permukiman mereka di Kelurahan Sawah Lebar Baru, Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu, Sabtu (27/4). Dua korban didapati bernama Andika bin Mus (11) serta Migel (11) bin Sahlin masyarakat RT 23 Kelurahan Sawah Lebar. Lokasi itu terendam banjir sampai setinggi satu mtr..

“Dua anak wafat sebab terbenam di genangan air banjir. Korban sudah sempat kita bawa serta ke rumah sakit tetapi tidak tertolong ,” kata Ketua RW 08 M Rusli di Bengkulu seperti diambil Pada, Sabtu (27/4).

Rusli menjelaskan, dua korban bersama dengan tiga temannya yang selamat di seputar genangan air banjir. Sebab kesenangan bermain, dua dari lima anak itu tercebur ke parit besar yang tidak kelihatan sebab lokasi itu semuanya rata dengan air.

Sebelum Membaca Lebih Lanjut, Silahkan Hubungi Kontak Yang Kami Sediakan Untuk Dapatkan Bonus Terbaik Dari Kami

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

Insiden jam 08.30 WIB itu didapati masyarakat dari salah seseorang rekan korban Lendra (11) yang menyampaikan pada masyarakat seputar bila DI serta MI terbenam di genangan air.

“Masyarakat tahu sesudah anak saya lari minta pertolongan ke masyarakat paling dekat,” kata bapak rekan korban yang masih tetap keluarga korban, Mawi.

Ia menjelaskan, sebelum dikatakan wafat, korban dibawa ke rumah sakit Rafflesia Kota Bengkulu. Sekarang ini, ke-2 korban telah dimandikan serta disalatkan di Masjid Riyadus Sholihin di Jalan Setuju RT 23 Kelurahan Sawah Lebar Baru, sebab rumah mereka terendam banjir sampai satu mtr..

Banjir yang menempa lokasi Kota Bengkulu karena meluapnya Sungai Bengkulu yang menyebabkan beberapa permukiman terendam khususnya di daerah Bentiring, Tanjung Agung, Rawa Makmur serta Tanjung Jaya.