Densus 88 Antiteror Tangkap 68 Terduga Terorisme

Densus 88 Antiteror Tangkap 68 Terduga Terorisme

Info Promo Dan Bonus Kami :
1. Bonus Cashback 10%
2. Bonus Rollingan 0,7%
3. Bonus Referensi 5%
4. Deposit Hanya 50 Ribu
Klaim Bonus Anda Dengan Cara Klik Disini

Densus 88 Antiteror Tangkap 68 Terduga Terorisme – Polri menghimbau penduduk biar tak menyelenggarakan perbuatan ketika hari pengumuman hasil kalkulasi nada Pemilu 2019 pada 22 Mei waktu depan.

Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal mengemukakan anjuran itu diungkapkan berkat ada isyarat kalau group teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) bakal mengerjakan perbuatan teror dengan obyek kerumunan massa pada tanggal itu.

Isyarat itu, kata Iqbal, menurut hasil pengecekan pada 29 terduga teroris yg diamankan di bulan Mei ini. Hasil dari pengecekan, banyak terduga menyebutkan bakal menyerang kerumunan massa yg bergabung dalam hari pengumuman kalkulasi nada Pemilu itu.

Sebelum Membaca Lebih Lanjut, Silahkan Hubungi Kontak Yang Kami Sediakan Untuk Dapatkan Bonus Terbaik Dari Kami

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

” Ini bakal membahayakan lantaran mereka bakal menyerang semua massa termasuk juga aparat yg bergabung dengan mengerjakan bom, ” ujar Iqbal dalam pertemuan wartawan di Mabes Polri, Jumat (17/5) .

Group JAD, kata Iqbal, merasa demokrasi tak searah dengan group mereka. Group itu bakal memakai kesempatan baik pesta demokrasi atau pemilu buat memperlancarkan perbuatan teror.

” Untuk group ini, demokrasi merupakan mengerti yg tak sealiran dengan mereka, ” pungkasnya.

Iqbal memberikan Polri terus akan mengusahakan buat mengerjakan mencegahan atas perbuatan teror itu, satu diantaranya melalui langkah tangkap banyak tersangka teroris.

” Kita tidak akan ini berlangsung di kerumunan massa, asumsikan bila massa 100 orang saja udah berapakah korban, ” kata Iqbal.

Ada Isyarat Teror, Polri Mohon Penduduk Gak Gelar Perbuatan 22 MeiDemo di Depan Bawaslu Jawa Timur.
Polisi juga pernah menyajikan video pernyataan tersangka teroris berinisial bernama Dede Yusuf alias Jundi alias Bondan.

Dalam video itu, Jundi mengakui pimpin beberapa orang buat mengerjakan serbuan teror pada 22 Mei memanfaatkan bom yg udah mereka sediakan.

” Disana bakal ada kerumunan massa sebagai even bagus buat saya mengerjakan amaliyah, lantaran disana memang adalah pesta demokrasi yg menurut kepercayaan saya merupakan sirik Besar yg menghentikan keislaman, ” ujar Jundi dalam siaran video.

68 Teroris

Densus 88 Antiteror tangkap 68 terduga terorisme yg bergabung dalam group JAD selama Januari sampai Mei 2019.

Rinciannya, bulan Januari empat terduga, Februari satu terduga, Maret 20 terduga, April 14 terduga, serta Mei 29 terduga.

” Dari 68 terduga, delapan terduga wafat, satu terduga meledakkan diri di Sibolga, ” kata Iqbal.

Iqbal mengemukakan tujuh terduga wafat itu didapati mengerjakan pengancaman pada petugas. Atas basic itu, susulnya, petugas lantas lakukan tindakan tegas dengan mengerjakan pelumpuhan yg menimbulkan terduga wafat.

” Itu merupakan SOP, disaat nyawa petugas satu detik terancam, immediately treat mesti dilaksanakan pelumpuhan, ” pungkasnya.

Lihat pun : Dalam Seminggu, Densus 88 Tangkap 8 Tersangka Teroris di Jateng
Iqbal memaparkan dari 29 terduga yg diamankan pada bulan ini, 18 terduga diamankan di lokasi Jakarta, Bekasi, Karawang, Tegal, Nganjuk, serta Bitung Sulawesi Utara.

Dari tangan 18 terduga itu ikut ditangkap barang untuk bukti berwujud lima bom rakitan, bahan kimia TATP, empat pisau, serta busur panah.

Keikutsertaan 18 terduga ini salah satunya sembunyikan DPO JAD Lampung.

Tidak hanya itu, mereka pun memiliki rencana perbuatan amaliah atau perbuatan teror dengan menyerang kerumunan massa pada tanggal 22 Mei.

Lantas 11 terduga yang lain diamankan di Jakarta, Grobogan, Sukoharjo, Sragen, Kudus, Semarang, Jepara, serta Madiun. Barang untuk bukti yg ditangkap dari banyak terduga ialah satu puncak senapan angin, lima kotak peluru, dan satu pasang nuncaku.

Iqbal mengemukakan dari 11 terduga itu, sembilan salah satunya adalah anggota aktif JAD. Tidak hanya itu, mereka didapati pun ikuti program latihan militer baik dalam negeri ataupun luar negeri.

” Pun adalah kader JAD yg pergi ke Suriah jadi FTF (Foreign Terrorist Fighter) , keikutsertaan dua terduga deportan pindah ke Suriah serta mereka belajar buat bom asap di Aleppo, ” paparnya.

You might also like